![]() |
| Foto: Dinamika perseteruan di media Sosial terkait pusaran isu dugaan kejahatan di Batam memasuki babak baru |
Batam, Exposekepri.com - Dinamika perseteruan di media sosial terkait pusaran isu dugaan kejahatan di Batam memasuki babak baru. Jika sebelumnya sejumlah akun muncul dengan narasi ancaman Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, kini salah satu akun yang sempat garang justru berbalik arah meminta damai.
Akun tersebut diketahui bernama eko golf dengan username @brovegass. Dalam tangkapan layar pesan langsung atau DM yang diunggah akun Badan Perwakilan Netizen, @brovegass awalnya mencecar admin terkait unggahan yang menarasikan perusahaan Novavista memiliki pekerjaan ilegal berupa romance scam.
Dalam DM tersebut, ia menantang keberadaan bukti dan secara eksplisit melontarkan peringatan bernada hukum dengan kalimat hati-hati pencemaran nama baik. Pesan itu kemudian ditafsirkan netizen sebagai upaya intimidasi untuk membungkam investigasi independen yang sedang mereka lakukan.
Namun gertakan itu tidak bertahan lama. Dalam tangkapan layar lanjutan yang beredar, @brovegass justru mengirimkan pesan klarifikasi dengan nada yang jauh lebih lunak. Ia berdalih bahwa dirinya hanyalah netizen biasa yang kebetulan berlatar belakang sarjana hukum dan menyebut pesan sebelumnya hanyalah sekadar saran dan masukan, bukan ancaman.
Sikap putar balik itu semakin terlihat ketika ia menegaskan posisinya terkait sosok Andi Morena alias Andihar yang namanya ramai dikaitkan dalam pusaran isu tersebut. Dalam pesannya ia menulis tidak memiliki kepentingan apapun dengan Andihar dan bahkan mengaku tidak mengenal sosok tersebut.
Percakapan yang sempat memanas itu pun berakhir antiklimaks. Akun @brovegass menutup obrolan dengan pesan oke min peace yang kemudian dibalas serupa oleh admin akun netizen.
Menariknya, akun yang sebelumnya melempar peringatan hukum itu justru mengakhiri percakapan dengan sebuah permohonan pribadi. Ia meminta agar foto dirinya yang sedang berlari yang sempat diunggah oleh akun netizen untuk dihapus dengan alasan tidak ingin menjadi terkenal dan merasa repot. Permintaan itu pun disebut telah disanggupi oleh pihak admin.
Peristiwa ini menjadi sorotan tersendiri di tengah panasnya perseteruan antara pihak Andi Morena yang telah menempuh jalur hukum atas dugaan pencemaran nama baik di Polda Kepri dengan gelombang netizen yang terus menyuarakan investigasi versi mereka.
Bagi publik, mundurnya salah satu akun yang sempat melontarkan ancaman UU ITE ini dinilai menunjukkan bahwa gelombang partisipasi publik di media sosial tidak mudah diredam hanya dengan gertakan pasal di ruang obrolan pribadi. Di sisi lain, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa semua tudingan yang beredar di media sosial masih berupa klaim sepihak yang belum terverifikasi oleh aparat penegak hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan Novavista terkait tudingan yang dialamatkan netizen maupun kaitan dengan akun @brovegass tersebut. Redaksi juga masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk konfirmasi lanjutan dan membuka ruang hak jawab bagi semua pihak sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. (Tim)


