Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Heboh! Isu Phoenix Spa Harbour Bay Batam, Diduga Ada Praktik Prostitusi

Selasa, September 15, 2026 | 15:20 WIB Last Updated 2026-09-15T08:20:19Z
Foto: Phoenix Spa yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi yang berkedok jasa Spa

Batam, Exposekepri.com - Aktivitas Phoenix Spa di kawasan Harbour Bay, Batam, akhir-akhir ini menjadi pantauan publik luas. Itu lantaran setelah sebelumnya terjadi tersebar isu liar sehingga menjadi sorotan tajam. Tempat usaha yang berada di Ruko Citra Supermall Blok G No. 11–13, Batu Ampar, itu diduga tidak hanya menawarkan layanan spa dan pijat, tetapi juga menjadi lokasi praktik prostitusi.


Dugaan itu mencuat kuat setelah pewarta melakukan pantauan di sekitar lokasi serta menghimpun sejumlah informasi mengenai aktivitas praktik yang berlangsung di tempat usaha yang dikenal sebagai spa itu.


Sejumlah informasi dari sumber kompeten di lapangan juga mengarah pada dugaan adanya layanan di luar jasa spa yang ditawarkan kepada pelanggan, termasuk pengunjung yang datang ke kawasan Harbour Bay saat menikmati liburannya di Batam.


Phoenix Spa diketahui beroperasi di kawasan Harbour Bay. Aktivitas di lokasi itu juga menjadi perhatian dalam penelusuran pewarta terhadap dugaan praktik yang disebut berlangsung di balik layanan spa.


Berdasarkan pantauan di sekitar lokasi, aktivitas pengunjung terlihat berlangsung hingga malam hari. Hal itu menjadi salah satu bagian dari penelusuran untuk mengetahui lebih jauh aktivitas yang berlangsung di tempat itu.


Namun demikian, dugaan praktik prostitusi tersebut belum dapat dipastikan tanpa adanya pembuktian dan pemeriksaan dari pihak yang berwenang.


Informasi yang dihimpun pewarta menyebutkan, dugaan itu berkaitan dengan keberadaan terapis perempuan, Yang disebut dapat dipilih oleh pelanggan atau pengunjung laki-laki sesuai pilihan yang telah tersedia.


Informasi serupa juga sebelumnya muncul dalam pemberitaan media di Batam. Dalam pemberitaan itu disebutkan adanya foto terapis yang dipajang untuk memberikan pilihan kepada pelanggan atau pengunjung laki-laki yang datang.


Jika dugaan itu benar, aktivitas itu tentu patut mendapat perhatian serius. Sebab, usaha spa semestinya menjalankan kegiatan sesuai peruntukan usaha, perizinan, serta ketentuan yang berlaku.


Pertanyaan kemudian muncul, siapa yang bertanggung jawab apabila benar terdapat layanan seksual di balik jasa spa itu. Apakah aktivitas itu dilakukan secara individual oleh pekerja, diketahui pengelola, atau terdapat pihak lain yang memperoleh keuntungan dari transaksi itu.


Dugaan yang telah terlanjur berkembang di tengah publik luas ini tidak semestinya berhenti sebagai isu. Pemerintah daerah dan aparat terkait perlu melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kegiatan Phoenix Spa sesuai dengan perizinan usaha dan ketentuan yang berlaku.


Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran, publik tentu menunggu langkah tegas dari pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang, transparan, dan bertanggung jawab sesuai prinsip jurnalistik. (Red/Tim)

×
Berita Terbaru Update