Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Perlunya Evaluasi Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan

Rabu, Juli 08, 2026 | 10:46 WIB Last Updated 2026-07-08T03:49:13Z
Foto: SMP Negeri 1 Satap, yang menumpang di Sekolah Negeri 2 Mekar Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan

Lampung Selatan, Exposekepri.com - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah SMP Negeri 1 Satap, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, perlu menjadi perhatian dan evaluasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Dinas Pendidikan.


Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan SPMB benar-benar memperhatikan asas pemerataan peserta didik, kesesuaian daya tampung sekolah dengan sarana dan prasarana yang dimiliki, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh satuan pendidikan dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.


Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa SMP Negeri 1 Satap Merbau Mataram yang saat ini masih menumpang di SD Negeri 2 Mekar Jaya membuka tiga rombongan belajar (rombel) pada pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.


Dengan kondisi tersebut, proses pembelajaran secara keseluruhan berlangsung untuk sekitar sembilan rombongan belajar, sementara sarana pembelajaran masih memanfaatkan fasilitas SD Negeri 2 Mekar Jaya."Ujar TM, salah seorang tokoh masyarakat Karang Jaya pada awak media, Rabu (8/7/2026)


Lanjutnya, Persoalan pemerataan peserta didik ini sebelumnya berdasarkan informasi, telah dikomunikasikan kepada PLT Kepala SMP Negeri 1 Satap Merbau Mataram, Marthalena, S.Pd. Namun hingga berakhirnya pelaksanaan SPMB, kondisi tersebut dinilai belum mengalami perubahan yang berarti."Jelas TM.


Salah seorang warga Desa Mekar Jaya inisial AD, yang merupakan calon orang tua peserta didik menyampaikan bahwa setelah dibukanya SPMB Gelombang II terjadi penambahan jumlah pendaftar sehingga semakin terjadi penumpukan peserta didik di SMP Negeri 1 Satap Merbau Mataram.


"kebijakan tersebut memperburuk kondisi yang selama ini telah terjadi."


Keterangan serupa juga disampaikan oleh salah seorang calon wali murid lainnya dari Desa Karang Jaya, inisial BA yang menyatakan bahwa jumlah pendaftar di SMP Negeri 1 Satap Merbau Mataram telah mencapai sekitar 113 calon peserta didik. Peningkatan jumlah pendaftar terjadi setelah masih dibukanya SPMB Gelombang II.


Di sisi lain, SMP IT PGRI Merbau Mataram yang berada di Desa Karang Jaya pada tahun ajaran ini tidak memperoleh peserta didik baru. Padahal sekolah tersebut berdampingan dengan SD Negeri 1 Karang Jaya yang merupakan salah satu sekolah asal calon peserta didik di wilayah tersebut."Tegasnya.


"Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya pemerataan peserta didik antarsatuan pendidikan di Kecamatan Merbau Mataram ini."


Ia juga menyoroti pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 1 Satap Merbau Mataram yang harus menyesuaikan keterbatasan sarana karena seluruh kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan lingkungan SD Negeri 2 Mekar Jaya. Situasi dan kondisi seperti ini berpotensi memengaruhi efektivitas pembelajaran." Pungkasnya.


Salah seorang Guru di SD Negeri 2 Mekar Jaya yang namanya enggan dipublikasi, juga menyampaikan kekhawatiran terhadap aktivitas keluar-masuk kendaraan pada satu gerbang yang digunakan bersama oleh siswa SD dan SMP. Pada jam masuk maupun pulang sekolah, kondisi tersebut dinilai memiliki potensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak dilakukan pengaturan yang lebih baik.


Kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun. Ia berharap adanya evaluasi terhadap koordinasi dan penyampaian informasi dari pejabat terkait di tingkat lapangan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Bidang Pendidikan, sehingga kondisi riil di lapangan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan. Selain persoalan pemerataan peserta didik, ada juga sejumlah faktor sosial yang perlu menjadi perhatian pemerintah.


Lanjutnya, Sudah selayaknya Pemerintah melalui Dinas Pendidikan melakukan kajian objektif terhadap berbagai faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat, sehingga kebijakan pendidikan ke depan benar-benar didasarkan pada data dan kondisi riil di lapangan.


Harapan tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Lampung Selatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Sekolah HELAU (Harmonis, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul). Semangat tersebut diharapkan diwujudkan melalui pemerataan peserta didik, pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal, serta kebijakan pendidikan yang memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh satuan pendidikan." Tutupnya.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang, transparan, dan bertanggung jawab sesuai prinsip jurnalistik. (Red/Ut)

×
Berita Terbaru Update