Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Rustam Effendi: Kekuatan Jokowi Itu Mutlak, Bikin Nuklir Pun Bisa, Apalagi Hanya Ijazah

Rabu, Juli 08, 2026 | 18:13 WIB Last Updated 2026-07-08T11:13:25Z
Foto: Tokoh aktivis yang vocal, Rustam Efendi, melontatkakan pernyataan bernada satir dan tajam

Jakarta, Exposekepri.com - Tokoh aktivis yang vokal mengawal kasus dugaan ijazah palsu, Rustam Effendi, melontarkan pernyataan bernada satir nan tajam terkait besarnya kekuasaan yang dimiliki Joko Widodo selama menjabat sebagai Presiden dua periode. Rustam menegaskan bahwa dengan instrumen kekuasaan penuh yang dimiliki seorang kepala negara, bagi Jokowi, memalsukan dokumen sekelas ijazah bukanlah perkara sulit.


"Saat menjabat, dia punya kekuasaan penuh. Dia bisa bikin nuklir kalau dia mau. Artinya, dia punya kuasa untuk itu. Kalau cuma bikin kertas selembar mah enteng," ujar Rustam dalam sebuah perbincangan, Rabu (8/7/2026).


Dalam perkembangan terbaru terkait kasus hukum yang ia kawal, Rustam menanggapi rencana kehadiran Jokowi dalam persidangan. Namun, dengan nada skeptis, Rustam meragukan komitmen tersebut. Ia bahkan menyebut Jokowi sebagai sosok yang sulit dipercaya.


"Kalau saya, berdasarkan pengalaman, Jokowi itu tukang bohong. Kalau dia bilang akan hadir, saya tidak percaya. Justru kuasa hukum dan relawannya yang nanti akan dibihongin," tegasnya.


Bagi Rustam, kehadiran mantan Presiden tersebut di persidangan adalah sebuah keharusan, mengingat posisi Jokowi sebagai pihak pelapor. Rustam bahkan mengaku telah menyiapkan sejumlah pertanyaan spesifik dan provokatif untuk menguji kebenaran identitas sosok yang selama ini muncul ke publik.


"Saya mau tanya, itu kumisnya kumis siapa, Giginya yang ginsul itu gigi siapa, Kacamata itu. Karena saya meyakini itu bukan Jokowi," tantang Rustam.


Rustam menegaskan bahwa perjuangannya membongkar polemik ijazah ini bukan sekadar urusan personal, melainkan upaya strategis untuk membuka tabir kebijakan-kebijakan bermasalah lainnya selama era pemerintahan Jokowi, mulai dari proyek strategis hingga kasus-kasus korupsi yang menyeret sejumlah menteri.


Ia juga menyoroti adanya upaya Restorative Justice (RJ) yang sempat ditawarkan kepada pihaknya, sebuah langkah yang ia nilai sebagai bentuk ketakutan dari pihak lawan. Rustam dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap tawaran tersebut.


"Kalau Jokowi merasa benar, ngapain anak buahnya suruh menawarkan RJ, Saya tolak. Saya tidak siap dipenjara karena saya tidak salah. Yang harus siap dipenjara itu justru Jokowi," pungkasnya.


Hingga saat ini, Rustam mengaku masih memegang keterangan dari saksi kunci yang disebutnya memiliki keterikatan erat dengan perancang ijazah tersebut. Ia berkomitmen untuk terus memproses laporan ini dan tidak akan berhenti meski menghadapi jalan yang berliku. (Red/Da)

×
Berita Terbaru Update