![]() |
| Foto: Mikhael Sinaga, yang turut menyoroti jalannya persidangan dugaan ijazah palsu jokowi |
Jakarta, Exposekepri.com - Persidangan yang melibatkan Dokter Tifa memanas pasca-munculnya kesaksian mengejutkan dari dua orang saksi yang mengaku sebagai teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Ketoyan. Mikhael Sinaga, yang turut menyoroti jalannya persidangan, meragukan validitas kesaksian tersebut karena dianggap penuh keraguan.
Mikhael menyoroti respon para saksi saat diminta menyebutkan nama panggilan subjek yang mereka klaim sebagai teman lama. Menurutnya, jeda waktu berpikir yang lama sebelum memberikan jawaban mengindikasikan adanya skenario yang telah dipersiapkan sebelumnya.
"Kalau ditanya hal mendasar seperti nama ibu atau riwayat sekolah, seseorang harusnya bisa menjawab dalam hitungan detik. Jika harus berpikir lama atau terlihat seperti menghafal jawaban di kertas, tentu itu menimbulkan tanda tanya besar," ujar Mikhael.
Meski demikian, Mikhael mengakui bahwa dalam ranah hukum, saksi yang dipersiapkan atau saksi yang menjawab berdasarkan ingatan sama-sama memiliki legitimasi formal. Namun, ia menekankan pentingnya verifikasi fakta di lapangan.
Dalam pernyataan terbarunya, Mikhael mengeklaim telah mengantongi sejumlah data penting yang diperoleh dari internal PDI Perjuangan. Data tersebut disebut-sebut berkaitan dengan rekam jejak tim kampanye pada periode 2014-2019 yang akan digunakan untuk memverifikasi keaslian latar belakang pendidikan sosok yang disebutnya sebagai 'Jokowi'.
Mikhael menegaskan bahwa ia sengaja menyimpan data-data tersebut untuk dibuka langsung di hadapan persidangan.
"Saya tidak mau buka di sini. Biar nanti di persidangan saja. Data-data ini akan saya berikan kepada tim hukum, Pak Alkatiri dan Bang Gafur Sangaji, untuk diverifikasi saat Pak Jokowi hadir nanti," tegasnya.
Lebih lanjut, Mikhael meyakini bahwa pihaknya akan mampu membuktikan ketidaksinkronan informasi melalui serangkaian pertanyaan teknis terkait riwayat pendidikan yang tidak mungkin bisa dihafal oleh saksi yang tidak memiliki dasar pengetahuan riil.
"Nanti akan ada pertanyaan-pertanyaan mendalam mengenai perkuliahan dan sekolah yang saya yakin tidak bisa mereka persiapkan jawabannya. Kita lihat saja nanti di persidangan," pungkasnya. (Red/Da)
