![]() |
| Foto: Mantan Panglina TNI, Gatot Nurmantyo, saat ini yang menjadi sorotan publik |
Jakarta, Exposekepri.com - Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan alasan di balik pemberhentian dirinya dari jabatan tertinggi di institusi militer pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Minggu (31/05)
Pernyataan tersebut disampaikan Gatot dalam acara Milad Partai Ummat. Dalam keterangannya, Gatot mengeklaim bahwa dirinya diberhentikan karena menolak mengikuti perintah Presiden Jokowi terkait kenaikan pangkat perwira tinggi militer.
Menurut Gatot, ia sempat diminta oleh Jokowi untuk menaikkan pangkat seorang perwira menjadi bintang tiga (Letnan Jenderal). Namun, ia memilih untuk tidak langsung menyetujui permintaan tersebut dengan alasan ingin melakukan pengecekan prosedur terlebih dahulu.
"Ketika Pak Jokowi minta, 'Pak Panglima, tolong dong naikkan bintang tiga'. Oh baik Pak, saya cek dulu Pak. Ditendanglah saya gitu kan, karena enggak nurut," ujar Gatot dalam acara tersebut.
Gatot Nurmantyo menjabat sebagai Panglima TNI pada periode 2015 hingga 2017. Sejak memasuki masa purnatugas, ia memang kerap muncul di ruang publik dan aktif memberikan pandangan kritis terkait dinamika politik serta isu-isu strategis nasional.
Pernyataan ini sontak memicu perdebatan di tengah masyarakat, mengingat keterlibatan figur militer dan hubungan mereka dengan eksekutif selalu menjadi perhatian publik yang sensitif.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Joko Widodo terkait klaim tersebut. Banyak pihak memprediksi bahwa seperti respons-respons sebelumnya terhadap kritik, mantan Presiden Jokowi kemungkinan besar akan menanggapi pernyataan ini dengan santai.
Insiden ini menambah daftar dinamika politik yang terjadi di lingkungan Partai Ummat, setelah sebelumnya Amien Rais juga sempat melontarkan kritik yang menyasar Presiden Prabowo Subianto dan ajudannya, Teddy Indra Wijaya. (Da)
