![]() |
| Foto: Presiden ke-7 Republik Indinesia, Joko Widodo |
Jakarta, Exposekepri.com - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki persoalan apa pun dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Jokowi bahkan meyakini bahwa tali silaturahmi di antara mereka akan terjalin kembali dalam sebuah kesempatan di masa mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh eks kader PDIP, Achmad Hidayat, usai melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Jokowi pada Juli 2026. Menurut Achmad, dalam perbincangan empat mata tersebut, Jokowi secara spontan menitipkan pesan terkait hubungannya dengan Presiden ke-5 RI itu.
"Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya, 'Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega. Suatu saat nanti mesti akan ketemu.' Nah, hanya ngobrol itu saja yang saya ungkapkan ke DPP," ujar Achmad, dikutip Selasa (15/9/2026).
Kunjungan Bersifat Pribadi
Achmad menjelaskan bahwa kedatangannya ke kediaman Jokowi murni atas inisiatif pribadi tanpa ada agenda politik khusus. Kunjungan itu dilakukan usai dirinya bersama sejumlah rekan yang terdiri dari kader senior dan pihak swasta melakukan ziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo. Ia juga menegaskan bahwa kehadirannya saat itu tidak membawa atribut kepartaian apa pun.
"Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri," ungkapnya.
Berujung Pemecatan dari Partai
Kendati niat awal kedatangan tersebut hanya sekadar bersilaturahmi, unggahan foto pertemuan itu di media sosial rupanya memicu polemik internal di tubuh PDIP. Tidak lama berselang, Achmad mendapati dirinya diusulkan untuk dipecat oleh DPC PDIP.
Ia kemudian dipanggil untuk menjalani sidang Komite Etik dan Disiplin partai pada 26 Agustus 2026.
Dalam sidang tersebut, Achmad mengaku sempat diklarifikasi mengenai isu kepindahannya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, ia dengan tegas membantah rumor tersebut.
"Sampai saat ini belum ada dan tidak ada pembicaraan perihal itu. Kan kami itu hanya silaturahmi biasa. Lah, saya ini loh siapa Cuma kader biasa, sudah dua tahun digitu-gitukan terus," keluhnya.
Surat Keputusan (SK) pemecatan dirinya akhirnya diterbitkan tertanggal 4 September 2026 dan resmi ia terima pada 9 September 2026. Menanggapi keputusan tersebut, Achmad menyatakan menerimanya dengan lapang dada serta menyampaikan apresiasi kepada partai yang telah membesarkannya selama ini. (Red/BL)
