Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Sri Bintang Pamungkas: Keinginan Jokowi untuk Menjadikan Gibran Presiden Harus Diputus

Minggu, Agustus 23, 2026 | 14:18 WIB Last Updated 2026-08-23T07:25:28Z
Foto: Kritik keras tokoh pergerakan nasional, Sri Bintang Pamungkas, terhadap dinamika politik nasional

Jakarta, Exposekepri.com - Tokoh pergerakan nasional Sri Bintang Pamungkas melontarkan kritik keras terhadap dinamika politik nasional, penguasa saat ini di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, serta bayang-bayang kekuasaan mantan Presiden Joko Widodo.


Menurutnya, berbagai proses hukum yang menjerat para aktivis kritis seperti kasus yang dihadapi oleh Roy Suryo dan dr. Tifa bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan bentuk “perang” antara rezim kartel politik dengan rakyat.


Dalam perbincangan mendalam yang menyoroti penolakan praperadilan di PN Jakarta Selatan, Sri Bintang menilai bahwa ada banyak kejanggalan hukum dan siasat sistematis yang dirancang untuk membungkam oposisi.


"Ini perang, Mas. Perang-sungguhan antara kelompok kartel hukumnya Jokowi dengan kelompok Tifa-Roy. Dalam perang itu, intelijen dan kontra intelijen berjalan," tegas Sri Bintang.


Siasat Hukum dan Celah Persidangan


Sri Bintang menyoroti proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang sempat ditunda hingga 27 Agustus mendatang. Ia menilai tim kuasa hukum yang mendampingi para terdakwa kerap kecolingan akibat kurangnya pemahaman terhadap kepastian hukum acara, serta potensi adanya penyusup di dalam kubu pembela.


Berdasarkan ketentuan hukum acara pidana, praperadilan yang diajukan oleh seorang yang telah berstatus terdakwa dinilai tidak lazim dan berpotensi cacat secara formil. Kendati demikian, ia mengingatkan agar para aktivis tidak mudah menyerah dan tetap fokus menghadapi pokok perkara di persidangan, termasuk mendesak agar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan berkas perkara diberikan secara utuh dan transparan.


Membersihkan Diri Demi 2029


Lebih jauh, Sri Bintang membongkar motif di balik berbagai pelaporan hukum terhadap para pengkritik rezim. Ia menduga tindakan tersebut tidak hanya didorong oleh rasa dendam personal akibat kritik pedas terhadap keabsahan ijazah dan kebijakan masa lalu, melainkan memiliki agenda politik jangka panjang.


"Dia, Jokowi, ingin membersihkan diri agar nanti pada 2029 keinginannya untuk mengangkat Gibran menggantikan Prabowo bisa berhasil," ungkap Sri Bintang.


Ia menilai langkah-langkah politik ini dikendalikan untuk mengamankan dinasti kekuasaan, sementara Prabowo dinilai justru melindungi warisan kebijakan Jokowi yang dinilai menyengsarakan rakyat.


Perlawanan Rakyat dan Seruan Revolusi


Di tengah situasi ekonomi dan sosial yang dinilai semakin menekan masyarakat, Sri Bintang menegaskan bahwa fokus pergerakan tidak boleh hanya berhenti pada pembebasan individu-individu yang dikriminalisasi. Persoalan ini telah berkembang menjadi masalah fundamental rezim yang merusak tatanan bernegara.


"Kita harus berpikir tentang bagaimana Jokowi, bagaimana kaitannya dengan Prabowo, di mana Prabowo ternyata melindungi Jokowi. rakyat sudah berteriak tentang revolusi," pungkasnya, menyerukan pentingnya kesadaran kolektif untuk meluruskan kembali arah bangsa sesuai dengan nilai-nilai konstitusi yang murni.(Red/Da)

×
Berita Terbaru Update