Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pertanyaan Menggantung Soal BBM Ilegal di Batam, Jawaban Kepala Bakamla: "Saya Cek Ya"

Senin, Agustus 24, 2026 | 23:55 WIB Last Updated 2026-08-24T16:59:44Z
Foto: Dugaan penimbunan BBM ilegal di Kampung Melayu, Teluk Mata Air Batam

Batam, Exposekepri.com - Isu dugaan penimbunan dan penyelundupan BBM ilegal di Kampung Melayu, Teluk Air, Batam kembali mencuat. Sejumlah pertanyaan kritis dilayangkan kepada Kepala Badan Keamanan Laut RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H.,M.Tr.Opsla.


Pertanyaan itu muncul setelah Presiden menyorot maraknya penyelundupan dalam pidato sidang paripurna. Fokus pengawasan pun mengarah ke Batam sebagai salah satu titik rawan.


Dalam daftar pertanyaan, media menyoroti beberapa hal. Pertama, soal keberadaan gudang penimbunan minyak dan kapal yang disebut berada tidak jauh dari Pangkalan Utama Zona Barat Bakamla. Kedua, apakah Bakamla sudah memetakan koordinat spesifik lokasi "dermaga tikus" di Kampung Melayu.


Ketiga, terkait modus. Diduga praktik "ship-to-ship" ilegal kerap terjadi pada malam hari di perairan sempit Barelang, dengan skema transfer dari kapal tanker asing VLCC/Bunker ke kapal kayu lokal.


Keempat, soal alur distribusi. BBM hasil penimbunan di Kampung Melayu diduga dialirkan untuk industri lokal atau dijual ke pasar gelap internasional.


Kelima, soal koordinasi. Sejauh mana sinergi Bakamla dengan Polairud, Ditpolair Polda Kepri, dan TNI AL dalam operasi gabungan. Keenam, apa hambatan Bakamla saat melakukan tangkap tangan di lokasi.


Terakhir, ditanyakan langkah tegas Bakamla untuk memastikan tidak ada pembeking, serta rekomendasi untuk memperketat pengawasan perairan Barelang.


Namun saat dikonfirmasi, Kepala Bakamla RI belum memberikan jawaban rinci. 


"Saya cek ya", jawab Irvansyah singkat.


Jawaban tersebut menandakan Bakamla RI akan melakukan penelusuran internal terlebih dahulu sebelum memberikan keterangan lebih lanjut. Publik kini menunggu langkah konkret dari lembaga maritim ini untuk mengusut tuntas dugaan yang telah lama menjadi sorotan di wilayah perbatasan. (Tim)

×
Berita Terbaru Update