![]() |
| Foto: Peta politik nasional diwarnai kejutan besar,Elektabilas Presiden Prabowo Subianto kalah telak dari Dedi Mulyadi (KDM) |
Jakarta, Exposekepri.com - Peta politik nasional mendadak diwarnai kejutan besar. Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto dilaporkan tertinggal dan kalah telak dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Fenomena ini terungkap dari hasil dua lembaga survei terkemuka, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia, yang dirilis hampir bersamaan pada Rabu, 29 Juli 2026.
Berdasarkan data SMRC, elektabilitas Dedi Mulyadi menembus angka 35%, sementara Prabowo Subianto berada di angka 14,5%. Pola serupa juga terekam dalam survei Indikator Politik Indonesia, di mana KDM unggul di angka 31,4% berbanding 18,8% milik Prabowo.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irfani, mengungkapkan bahwa tren penurunan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sudah terbaca sejak akhir tahun lalu. Berdasarkan catatan Indikator, elektabilitas KDM meroket bertahap dari 16,8% pada Desember menjadi 31,4% pada Juli. Sebaliknya, dukungan terhadap Prabowo di SMRC justru anjlok drastis dari 34,9% menjadi 14,5%.
"Pertanyaan besar pun muncul, Bagaimana elektabilitas seorang pertahanan bisa merosot tajam padahal ia jauh lebih populer di tengah masyarakat"
Survei Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat pengenalan publik (top of mind/awareness) terhadap Prabowo sangat tinggi, yakni mencapai 98,8%. Angka ini jauh melampaui KDM yang berada di angka 88,2%. Namun, data tersebut membalikkan asumsi umum bahwa popularitas berbanding lurus dengan elektabilitas, Tingkat Kesukaan (Likeability) Prabowo hanya memiliki tingkat kesukaan sebesar 68,1% dari total responden yang mengenalnya.
Keunggulan KDM Sebaliknya, tingkat kesukaan publik terhadap Dedi Mulyadi jauh lebih tinggi, yakni menyentuh angka 88,3%. Selain itu, tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Prabowo sebagai presiden nyaris terbelah dua, 49,5% menyatakan puas, sementara 48,8% menyatakan tidak puas.
Ketimpangan dukungan ini semakin terlihat jelas ketika kedua figur diadu secara langsung (head to head). Dalam simulasi tersebut, jarak elektabilitas keduanya semakin melebar,Dedi Mulyadi 59% Prabowo Subianto 28,3%
SMRC mencatat, semakin sedikit nama kandidat yang diuji dalam simulasi, keunggulan KDM atas Prabowo justru semakin besar. Lembaga tersebut menyimpulkan bahwa jika Pemilihan Presiden digelar saat ini, Presiden Prabowo dipastikan akan menghadapi tantangan politik yang sangat berat apabila harus berhadapan langsung dengan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Meskipun metode yang digunakan oleh kedua lembaga survei memiliki variasi dan tidak dapat diperbandingkan secara Apple-to-Apple, SMRC dan Indikator sama-sama satu suara, elektabilitas Dedi Mulyadi kini telah melampaui posisi Presiden Prabowo Subianto. (Red,Da)
