Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Gonjang-Ganjing PSI: Ade Armando Serang Ahmad Ali, Keretakan Internal Makin Meruncing

Kamis, Mei 14, 2026 | 16:29 WIB Last Updated 2026-05-15T09:33:33Z
Foto: Ade Armando, melontarkan kritik keras terhadap Ketua Harian PSI, Ahmad Ali

Jakarta, Exposekepri.com - Aroma perpecahan hebat mulai tercium dari dalam tubuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai yang selama ini dicitrakan sebagai wadahnya anak muda, kini tengah diguncang konflik internal yang melibatkan "darah lama" PSI dengan gerbong tokoh baru yang dipimpin oleh Ahmad Ali. Kamis (14/5)


Ketegangan mencapai puncaknya setelah politisi senior Ade Armando secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap Ketua Harian PSI, Ahmad Ali.


Pemicunya adalah sikap Ahmad Ali yang menyatakan bahwa PSI tidak akan memberikan bantuan hukum kepada salah satu pendiri partai sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina, Grace Natalie, terkait kasus hukum yang menyeret nama Jusuf Kalla (JK).


Dalam video yang viral di media sosial, Ade Armando mengaku "marah besar" dengan keputusan Ahmad Ali.


Menurut Ade, sangat tidak etis jika sosok sekaliber Grace Natalie yang merupakan wajah dan fondasi awal PSI dibiarkan berjuang sendiri menghadapi laporan hukum dari puluhan ormas Islam.


"Bagaimanapun, Grace Natalie adalah founder dan Ketua Umum pertama. Jika seorang pendiri saja tidak dibela, bagaimana dengan nasib kader-kader lama lainnya" ungkap narasi yang berkembang menanggapi kegelisahan internal tersebut.


Meski Grace Natalie sempat mencoba mendinginkan suasana dengan mengaku bahwa dialah yang memerintahkan Ahmad Ali agar masalah pribadinya dengan JK tidak dikaitkan dengan partai, publik menangkap sinyal lain, Ada upaya pembersihan narasi lama.


Konflik ini disebut-sebut berakar pada strategi rebranding dan repositioning PSI di bawah kendali tokoh-tokoh eks-NasDem seperti Ahmad Ali dan Rusdi Masse.


PSI kini terlihat agresif membidik segmen pemilih Islam dan wilayah Indonesia Timur.

Namun, langkah ini dinilai "mentok" karena rekam jejak kader lama seperti Ade Armando dan Grace Natalie yang sering bersinggungan dengan tokoh Islam, termasuk Jusuf Kalla.


• Kasus Pemicu: Video ceramah Ramadan JK di Masjid UGM yang diduga dipelintir dan diunggah ulang oleh kubu Ade Armando dan kawam-kawan.


• Dampaknya: Laporan dari 40 ormas Islam membuat posisi PSI sulit masuk ke ceruk suara Muslim yang kini sedang diincar Ahmad Ali.


Ade Armando bahkan mengungkap adanya desakan dari internal agar dirinya mundur demi kelancaran proses rebranding tersebut.


Krisis internal ini menjadi tantangan berat bagi Presiden Joko Widodo. Pasalnya, PSI dipersiapkan sebagai kendaraan politik utama untuk melanjutkan pengaruh politiknya, termasuk menjaga peluang Gibran Rakabuming Raka di masa depan, kemungkinan untuk Pilpres 2029.


Jika dualisme antara kelompok "idealis lama" dan "tokoh sektoral baru" ini terus berlanjut, cita-cita menjadikan PSI partai besar di parlemen bisa kandas. Pengamat memprediksi, jika konsolidasi internal terus berantakan, PSI terancam "lenyap" dari peta politik nasional pada 2029 seiring dengan memudarnya pengaruh kekuasaan Jokowi.


Hingga saat ini, upaya mediasi yang dijanjikan Ahmad Ali dengan pihak Jusuf Kalla kabarnya masih belum membuahkan hasil, mengingat kerasnya sikap kedua belah pihak.

Apakah PSI mampu bertahan dari badai internal ini, ataukah ini awal dari akhir perjalanan partai "gajah" tersebut. (*)

×
Berita Terbaru Update