![]() |
| Foto: wakil Presiden, Rakabuming Raka, Himbau siswa bawa bekal dari rumah |
Jakarta, Exposekepri.com - Komedian sekaligus pegiat media sosial, Sam Darma Putra Ginting alias Sammy Notaslimboy, melontarkan kritik tajam terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sammy menilai imbauan agar Siswa membawa bekal dari rumah merupakan bentuk pengakuan tersirat bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berb4haya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sammy melalui akun medsos pribadinya menanggapi langkah antisipasi sementara yang diambil pemerintah pasca kasus keracunan massal yang diduga bersumber dari program MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
"Gibran sudah mengakui, MBG berbahaya. Makan yang disiapkan ibu dari rumah dulu," tulis Sammy, dikutip Kamis (17/9).
Langkah Antisipasi dan Permohonan Maaf Pemerintah
Sebelumnya, polemik ini bermula ketika Wapres Gibran menjenguk langsung para pelajar korban dugaan keracunan MBG di RS Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran berpesan kepada para orang tua agar tidak memaksakan anak-anak mereka kembali ke sekolah sebelum benar-benar pulih.
"Jangan dipaksakan masuk kalau sebelum fit total ya pak, ya. Dan saya titip anaknya mungkin bawa bekal dari rumah saja. Bawa bekal yang dimasak ibunya masing-masing," ujar Gibran saat berdialog dengan orang tua murid.
Pihak istana menegaskan bahwa imbauan membawa bekal ini merupakan langkah kehati-hatian sementara bagi Siswa yang terdampak atau sedang dalam masa pemulihan, dan bukan berarti menghentikan pelaksanaan program MBG secara nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Gibran atas nama pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Pemerintah memastikan seluruh biaya perawatan medis para pelajar ditanggung penuh oleh negara.
Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) diminta segera melakukan evaluasi ketat terhadap tata kelola rantai pasok dan standar keamanan pangan guna memastikan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)
