![]() |
| Foto: Penampakan, sebuah kapal penarik bernama Mussafah 2 saat terkena serangan rudal |
Hormuz, Exposekepri.com - Sebuah kapal penarik bernama Mussafah 2 dilaporkan terkena serangan rudal saat menjalankan operasi bantuan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige di perairan sekitar Selat Hormuz.
Insiden tersebut terjadi ketika kapal penarik sedang membantu kapal yang mengalami masalah di laut.
Dua proyektil dilaporkan menghantam kapal, menyebabkan kerusakan besar serta menimbulkan korban di antara awak kapal yang berada di dalamnya.
Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya empat awak kapal tewas dan tiga lainnya mengalami luka serius.
Selain itu, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal dilaporkan hilang setelah insiden terjadi.
Hingga saat ini, proses pencarian terhadap para korban yang hilang masih terus dilakukan oleh pihak terkait di wilayah tersebut.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh perusahaan keamanan maritim Vanguard Tech, yang memantau aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Sementara itu, lembaga pemantau keamanan pelayaran United Kingdom Maritime Trade Operations menyatakan kapal tersebut terkena proyektil tak dikenal ketika sedang melakukan operasi di laut.
Insiden ini juga mendapat perhatian dari International Maritime Organization, yang mengecam serangan terhadap kapal sipil dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
Organisasi tersebut menegaskan pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional, terutama di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute utama pengiriman minyak dunia.
Karena posisinya yang sangat penting bagi perdagangan global, setiap insiden keamanan di wilayah ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran internasional dan meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. (*)
Courtesy of: berbagai sumber
