Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Satpol PP Kota Batam Diduga Tidak Serius Proses Aduan dan Informasi Masyarakat

Senin, Februari 23, 2026 | 16:07 WIB Last Updated 2026-02-23T10:13:43Z
Foto: Lapo Tuak simpang empat Kavling Nato, yang diduga jadi penyebab kebisingan

Batam, Exposekepri.com - Satuan Polisi Pamong Praja, atau Satpol-PP, di Kota Batam, mendapat kecaman karena cara mereka dianggap tidak serius dalam menangani pengaduan dan informasi masyarakat.


Yudi, Salah seorang tokoh muda masyarakat Sagulung menyuarakan keprihatinan mengenai kurangnya daya tanggap dan efektivitas Satpol PP dalam mengatasi permasalahan yang berdampak pada masyarakat.


Menurutnya, Satpol-PP merupakan satuan kepolisian kota yang bertugas menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum.


"Mereka memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga di Kota Batam."


Keluhan masyarakat yang terkesan diabaikan Satpol-PP sering memicu ketidakpercayaan publik dan budaya impunitas, terutama terkait lambatnya respon atas pengaduan gangguan ketertiban."Ujar Yudi.


Lanjutnya, Masalah ini mencakup penanganan pelanggaran Perda yang tidak konsisten, kurangnya transparansi, hingga penggunaan pendekatan kekerasan atau represif, yang sering dinilai gagal menjalankan fungsi pamong secara adil. 


Kurangnya Respon atas banyaknya pengaduan warga misalnya, Kebisingan, PKL, PSK, tidak ditindaklanjuti atau dijawab dengan cepat.


"Minimnya akuntabilitas dalam penanganan laporan membuat warga skeptis terhadap kinerja Satpol-PP."


Salah satu kritik utama yang dilontarkan terhadap Satpol-PP adalah lambatnya respons mereka terhadap pengaduan warga.


Kurangnya intervensi yang tepat waktu telah membuat banyak warga merasa frustrasi dan tidak berdaya menghadapi gangguan yang terus-menerus terjadi di lingkungan mereka.


Salah satu contoh, kebisingan live music dari Lapo Tuak simpang empat Kavling Nato, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung Kota Batam.


Aktivitas hiburan malam tersebut dinilai mengganggu ketenangan lingkungan sekitar, namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari pemerintah melalui Satpol-PP selaku penegak Perda Kota Batam.


Dari malam sampai dengan saat menjalankan sahur di temani dengan suara musik dari lapo tuak yg menggema, sungguh sangat di sayangkan tidak ada tanggapan serius dari Satpol-PP.


"Sampai pagi masih terdengar nyanyian orang mabok, sampai saat kami menjalankan sahur".


Bahkan sampai dengan menjalankan ibadah puasa pun tidak ada kenyamanan , mana yg katanya Satpol-PP sudah berikan peringatan, tidak ada perubahan apapun." Jelas yudi.


Selain itu, ada dugaan pilih kasih dan korupsi di Satpol-PP, dimana beberapa warga menyatakan bahwa pengaduan diabaikan atau diabaikan karena alasan koneksi pribadi atau insentif keuangan. Hal ini telah mengikis kepercayaan terhadap lembaga tersebut dan menimbulkan kekhawatiran mengenai integritas dan ketidakberpihakan para pejabatnya.


Penting bagi Satpol-PP untuk mendapatkan kembali kepercayaan dan keyakinan masyarakat dengan mengambil langkah proaktif untuk mengatasi permasalahan ini.


Warga berhak untuk merasa didengarkan dan didukung oleh pihak berwenang dalam upayanya menjaga lingkungan hidup yang aman dan harmonis.


Pada akhirnya, efektivitas Satpol-PP di Kota Batam akan dinilai dari kemampuannya menanggapi pengaduan masyarakat secara cepat dan adil, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan menjamin kesejahteraan seluruh warga.


Hanya melalui reformasi dan akuntabilitas yang sungguh-sungguh, Satpol-PP dapat memperoleh kembali kepercayaan dan rasa hormat dari masyarakat yang mereka layani.


Kami berharap, Semoga Satpol-PP selaku penegak Perda Kota Bata, bisa bersikap tegas dengan aturan yg berlaku. minimal bulan Ramadhan ini kami masyarakat ingin rasanya merasakan ketenangan di malam hari agar bisa terbangun saat sahur." Tegas Yudi.


Saat di konfirmasi, jhonri, Kasi Lidik Satpol-PP Kota Batam menjelaskan Saya sudah tegur secara lisan mereka bilang tidak ada ini masalah nya, mereka bilang kalau saya tutup siapa yg mau kasih makan anak saya keluh pemilik Lapo Tuak itu dengan kata pembenaran, Ujar jhonri pada awak media.Senin, 23/02/2026


Kendati demikian, kami akan berusaha semaksimal mungkin merespon serta menindaklanjuti laporan dan informasi masyarakat, dengan melakukan langkah lanjutan dari memberi peringatan sampai sanksi hukum bahkan sampai dengan melakukan penutupan."Tutup jhonri. (Red)

×
Berita Terbaru Update