Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Polisi Ringkus Pembobol Mesin ATM Pakai Mesin Las, 4 Orang Masih DPO

Sabtu, April 25, 2026 | 14:29 WIB Last Updated 2026-04-25T07:29:25Z
Foto: Polisi saat meringkus seorang pria yang terlibat pembobolan mesin ATM di Tanjung Bintang Lampung Selatan

Lampung Selatan, Exposekepri.com - Polisi meringkus seorang pria terlibat aksi pelaku pembobolan mesin ATM di sebuah minimarket wilayah Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan beberapa waktu lalu.


Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan ihwal penangkapan tersebut. Pelaku berinisal DA kini telah ditahan di Mapolda Lampung.


"Benar, penangkapan DA dilakukan oleh Unit IV Resmob Subdit 3 Ditreskrimum Polda Lampung pada 21 April kemarin," ujarnya pada awak media saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).


Berdasarkan hasil penyelidikan, Yuni mengungkapkan, kawanan pelaku nekat membobol mesin ATM berada di dalam sebuah minimarket di kawasan Tanjung Bintang, Selasa (26/8/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.


Menurutnya, komplotan ini menjalankan aksi pembobolan tersebut dengan cara merusak mesin ATM menggunakan peralatan las yang telah dipersiapkan sebelumnya.


“Jadi pelaku melakukan pembobolan ATM di minimarket dengan cara mengelas mesin menggunakan tabung gas 3 kilogram,” ungkapnya.


Atas kejahatannya tersebut, Yuni melanjutkan, petugas melakukan penyelidikan memperoleh informasi keberadaan pelaku DA sedang berada di dalam bus  antar kota tujuan Bekasi.


Alhasil, petugas melakukan penyekatan di jalur lintas Sumatra. Saat itu, bus ditumpangi oleh pelaku DA diketahui melintas di wilayah Lampung Tengah sebelum akhirnya berhenti di pool bus kawasan Bandar Jaya.


"Saat hendak diamankan, pelaku ini sempat memberikan perlawanan dan mencoba kabur. Alhamdulillah, petugas berhasil menangkapnya tanpa kendala berarti," ucapnya.


Dari hasil pemeriksaan awal, Yuni menambahkan, pelaku DA mengakui tidak beraksi seorang diri. Ia disebut melakukan pembobolan ATM bersama empat rekannya yang kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).


"Kami masih melakukan pengembangan untuk memburu empat pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi pembobolan tersebut," tegas kabid humas. (*)

×
Berita Terbaru Update