Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Korban Kecelakaan Tunggal di Sei Beduk Jalani Operasi Kepala, Keluarga Soroti Kondisi Jalan dan Sisa Pipa di Tengah Jalan

Minggu, September 27, 2026 | 23:57 WIB Last Updated 2026-09-27T17:05:44Z
Foto: korban kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di Kawasan Sei Daun, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk

Batam, Exposekepri.com - Seorang pria lanjut usia bernama Hasan Basri (69) mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor Honda Vario di kawasan RW Sei Daun, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam, pada Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keluarga dan warga, Hasan Basri diduga mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak potongan pipa bekas instalasi gardu PLN yang berada di badan jalan. Korban kemudian terpental dan mengalami benturan pada bagian kepala.


Warga menyebut korban sempat tergeletak di pinggir jalan selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit.


Polisi kemudian membawa Hasan Basri ke RS Camatha Sahidya Panbil untuk mendapatkan penanganan medis. Korban menjalani perawatan di rumah sakit tersebut hingga Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.


Pihak rumah sakit dan kepolisian sempat mengalami kesulitan menemukan pihak keluarga korban. Hingga akhirnya, cucu korban, Robin Bukit (42), menghubungi nomor telepon milik Hasan Basri. Pihak keamanan RS Camatha Sahidya kemudian menginformasikan bahwa Hasan Basri berada di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan tunggal dan dalam kondisi tidak sadarkan diri.


Mengalami Pendarahan di Otak


Akibat kecelakaan tersebut, Hasan Basri mengalami luka pada bagian kepala akibat benturan dengan batu. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya pendarahan/pembekuan darah di otak, sehingga korban harus menjalani tindakan operasi.


Pada Minggu, 27 September 2026, Hasan Basri menjalani operasi kepala di RS RSBK yang berlangsung sekitar pukul 08.30 hingga 11.45 WIB. Operasi dilakukan oleh dokter spesialis saraf.


Setelah menjalani operasi, korban masih harus mendapatkan perawatan intensif dan saat ini dirawat di ruang ICU.


Keluarga Soroti Kondisi Jalan


Keluarga dan warga juga menyoroti kondisi infrastruktur di lokasi kejadian. Menurut informasi yang diperoleh, di badan jalan terdapat sisa pipa/kabel dari gardu PLN lama dengan ukuran sekitar 6 inci dan ketinggian kurang lebih 25 sentimeter.


Sisa instalasi tersebut disebut berkaitan dengan pemindahan gardu PLN akibat adanya pelebaran jalan. Gardu yang sebelumnya berada di tepi jalan dipindahkan, namun menurut keterangan warga, masih terdapat bagian pipa/kabel dari instalasi lama yang belum dipindahkan atau dirapikan secara sempurna.


Kondisi tersebut dinilai warga berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Terlebih, warga juga menyebut penerangan jalan di sekitar lokasi, termasuk kawasan dekat Polsek Sei Beduk, tidak berfungsi pada jarak sekitar 300 meter.


Keluarga berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian pihak terkait dan dilakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan serta memastikan tidak ada fasilitas atau material yang membahayakan pengguna jalan.


Pipa Disebut Dipotong Setelah Kejadian


Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut juga menyampaikan bahwa Hasan Basri diduga menabrak potongan pipa tersebut hingga terpental sekitar lima meter.


Hal lain yang menjadi perhatian warga adalah informasi bahwa potongan pipa yang diduga menjadi bagian dari objek yang ditabrak korban kemudian dipotong pada dini hari setelah kejadian.


Informasi tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait, termasuk pihak kepolisian, kontraktor pekerjaan jalan, serta pihak yang bertanggung jawab atas instalasi tersebut.


Keluarga juga berharap adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi lokasi kejadian, termasuk keberadaan material di badan jalan, pencahayaan, serta standar keselamatan selama pekerjaan pelebaran jalan berlangsung.


Keluarga Berharap Kesembuhan Korban


Anak angkat korban, Melati Tobing, mengaku sangat sedih setelah mengetahui kondisi Hasan Basri.


Melati mengatakan dirinya baru mengetahui kejadian tersebut pada Sabtu, 26 September 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Sejak malam sebelumnya, pesan WhatsApp yang dikirim kepada Hasan tidak mendapatkan balasan. Ia kemudian mencoba menghubungi nomor telepon Hasan dan mendapatkan informasi bahwa korban berada di RS Camatha Sahidya dalam kondisi koma.


Menurut Melati, pada sore hari tanggal 25 September, Hasan masih memberikan kabar dan dalam kondisi baik.


Melati berharap Hasan Basri mendapatkan pelayanan medis terbaik dan dapat segera melewati masa kritis setelah menjalani operasi.


Keluarga saat ini masih mendampingi korban dan berharap kondisi Hasan Basri berangsur membaik.


Dugaan mengenai penyebab kecelakaan, kondisi pipa di badan jalan, penerangan jalan, serta pihak yang bertanggung jawab masih memerlukan konfirmasi dan pemeriksaan dari pihak berwenang. (Red)



×
Berita Terbaru Update