Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Beredarnya Informasi Buku Nikah Ganda Begini Penjelasan Kepala KUA Kecamatan Sagulung

Senin, April 06, 2026 | 22:25 WIB Last Updated 2026-04-06T15:25:57Z
Foto: Kepala KUA Sagulung, Rudiansyah, S.HI. MH., memberikan klarifikasi dan hak jawab kepada awak madia


Batam, Exposekepri.com - Terkait pemberitaan dengan judul “KUA Sagulung Diduga Terbitkan Buku Nikah Ganda”, Kepala KUA Kecamatan Sagulung, Rudiansyah, S.HI.MH., memberikan hak jawab kepada awak media.


Sebelumnya, Nurintan Setiawati (35) seorang warga yang tinggal di Sagulung, Merasa kesal dan marah saat mengetahui terbitnya dua buku atas nama Al- Hamid Rachmadani yang diterbitkan KUA (Kantor Urusan Agama) kecamatan Sagulung Kota Batam.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sagulung, Kota Batam menanggapi soal pemberitaan  penerbitan buku nikah ganda yang dikeluhkan oleh Nurintan Setiawati.


Dalam penjelasannya, Kepala KUA Sagulung, Rudiansyah menyampaikan bahwa buku nikah tersebut dinyatakan tidak resmi untuk sementara usai di sistem dengan nama yang yang sama (Al-Hamid Rachmadani-red) sudah terdaftar menikah dengan perempuan lain.


"Kenapa sempat keluar buku nikah dengan Nurintan, Pada saat itu sistem lagi error dan kami langsung cetak secara manual. Setelah sistem berjalan Langsung terdeteksi bahwa nama yang sama sudah status menikah. Makanya kami tarik kembali buku nikah itu," Jelas Rudi. Senin (6/4/26) di kantornya.


Ia juga menjelaskan bahwa sesuai aturan, Nurintan Setiawati adalah istri siri Al-Hamid Rachmadani yang notabene sudah memiliki anak. Tentu kata Rudi, ada persyaratan yang harus dipersiapkan agar buku nikah resmi bisa dikeluarkan.


"Kalau sekarang posisi ibu itu istri siri. Nah, kalau mau memiliki buku nikah resmi harus dilengkapi sejumlah persyaratan," pungkasnya.


"Dengan adanya informasi ini, tentunya kami ucapkan terimakasih dan tentunya semua laporan dan informasi akan kami tindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku," sambungnya.


Ia selaku pimpinan meminta maaf atas kelalaian anggotanya dan menyampaikan akan memperbaiki kinerja kedepannya.


“Sekali lagi kami merespon laporan atau pemberitaan ini dan trimakasih kepada seluruh elemen dan komponen masyarakat yang telah sama-sama menjaga existensi KUA Sagulung dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tutupnya.


Ditempat yang berbeda, Nurintan Setiawati selaku orang yang merasa dirugikan saat dikonfirmasi atas penjelasan dan klarifikasi, membenarkan apa yang dijelaskan oleh Kepala KUA Sagulung tersebut.


"Secara pribadi saya ucapkan permohonan maaf kepada pihak terkait atas perilaku dan ucapan saya sehingga membuat Gaduh dan tidak nyaman", ujar Intan.


Ia mengakui, hal itu merupakan kesalahan serta ketidakmengertiannya akan prosedur dan akan menjadi pembelajaran kedepan.


"Kejadian ini kedepan akan menjadi pembelajaran buat saya dan saya sudah ikhlas dengan apa yang terjadi dan apa yang saya alami saat ini, mungkin ini sudah nasib saya," katanya singkat. (Red)

×
Berita Terbaru Update